Vol. 10 No. 3 (2021): Sosio Konsepsia
Articles

Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Bagi Keluarga Penerima Manfaat Di Kabupaten Gorontalo Utara

Irmawan Irmawan
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta
Bio
Lidia Nugrahaningsih
Balai Penelitian Pengembangan dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Badan Pendidikan penelitian dan Penyuluhan Sosial, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
A. Nururrochman Hidayatulloh
Bio

Published 2021-09-14

Abstract

Abstrak: Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu) adalah proses mengembalikan keberfungsian sosial fakir miskin melalui upaya memperbaiki kondisi rumah yang dilakukan secara gotong royong. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial Rutilahu bagi Keluarga Penerima Manfaat. Jenis penelitian gabungan deskriptif kuantitatif dan kualitatif; Lokasi di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo; Responden dipilih secara purposivesampling, yaitu Keluarga Penerima Manfaat Rutilahu sejumlah 50 responden dan 10 informan untuk stakeholder; Teknik pengumpulan data meliputi: Angket untuk 50 KPM; Wawancara untuk 10 stakeholder; Observasi melihat kondisi rumah; Telaah dokumen. Analisis deskriptif kuantitatif dari aspek fisik bangunan rumah, kesehatan, keamanan dan sosial. Analisis deskriptif kualitatif untuk kesejahteraan KPM. Hasil penelitian: Program RS Rutilahu bagi KPM dapat memperbaiki Rutilahu menjadi rumah yang layak huni sesuai dengan persyaratan keamanan, kesehatan dan sosial, penyaluran bantuan tepat sasaran, dan dapat memberdayakan KPM. Kesimpulan: Rehabilitasi Sosial Rumuh Tidak Layak Huni termasuk efektif dapat memperbaiki rumah menjadi layak huni. Rekomendasi kepada Kementerian Sosial RI cq Dirjen PFM bahwa Program RS Rutilahu termasuk efektif, sehingga program tersebut perlu dilanjutkan dan ditingkatkan, baik secara kuantitatif dengan menambah jumlah KPM maupun secara kualitatif dengan menambah besarnya bantuan dari 15 juta menjadi 25 juta/KPM agar kualitas bagunan rumah semakin baik. Kata kunci: Efektivitas, Rehabilitasi, Rutilahu, Keluarga 

References

  1. Daftar Pustaka
  2. Anne Ahira. (2012). Terminologi kosa kata. Jakarta: Aksara.
  3. Arifin, Z. (2014). Penelitian pendidikan: Metode dan paradigma baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  4. Astuti, D. S. I. (2011). Desentralisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Azwar, S. (2017). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  6. Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  7. Dany, H. (2006). Kamus ilmiah populer. Surabaya: Gita Media Press.
  8. Diden Rustika, D. (2018). Petunjuk teknis: Penanganan fakir miskin pesisir, pulau-pulau kecil dan perbatasan antar negara. Jakarta: Kementerian Sosial Republik Indonesia.
  9. Djalal, F., & Supriadi, D. (2001). Reformasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
  10. Edi, S. (2009). Kemiskinan dan perlindungan sosial di Indonesia: menggagas model jaminan sosial universal bidang kesehatan: dilengkapi dengan: UU No. 40/2004 tentang sistem jaminan sosial nasional, UU No. 11/2009 tentang kesejahteraan sosial. Alfabeta.
  11. Etty, R., & dkk. (2011). Pedoman pelaksanaan penanggulangan kemiskinan perkotaan melalui rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RS-RUTILAHU) tahun 2011. Jakarta: Kementerian Sosial Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan.
  12. Guritno T. (1992). Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Kamus Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  13. Heinz Frick. (2006). Pola Struktur dan Teknik Bangunan di Indonesia. Yogyakarta: University Press Yogyakarta.
  14. KBBI. (2019). Kontribusi. Diambil dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kontribusi
  15. Kemsos, P. Fakir Miskin (2011).
  16. M. Echols, J., & Shadily, H. (2000). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
  17. Miles, M. B., & Hubermen, A. M. (1994). Qualitative data analysis. London: Sage.
  18. Nurasrizal. (2010). Pertumbuhan Rumah Inti Pada Perumahan Layak Huni Bagi Keluarga Miskin Di Dusun Kayu Gadang Kota Sawahlunto. Universitas Diponegoro.
  19. Riduan. (2011). Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
  20. Sherry R Arnstein. (1997). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Institute of Planners, 3(5), 216–224.
  21. Soekanto, S. (2006). Sosiologi suatu pengantar. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  22. Statistik, B. P. (2018). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2018. Badan Pusat Statistik.
  23. Sugiyah. (2001). Partisipasi komite sekolah dalam penyelenggaraan rintisan sekolah bertaraf internasional di Sekolah Dasar (SD) Negeri IV Wates, Kabupaten Kulon Progo. Universitas Negeri Yogyakarta.
  24. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
  25. Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama.