Perlindungan Sosial di Masa Krisis Pandemi Covid-19: Studi Kasus Aktor Pariwisata di Kaliurang, Yogyakarta
Published 2024-05-27
Keywords
- Perlindungan Sosial,
- Pariwisata,
- Covid-19,
- Kaliurang
How to Cite
Copyright (c) 2024 Runavia Mulyasari, Gaffari Rahmadian (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract
Kaliurang adalah salah satu tempat wisata tertua di Yogyakarta, Indonesia. Selama beberapa dekade, Kaliurang telah bertransformasi menjadi salah satu kawasan wisata tersibuk di Yogyakarta yang menjadi tumpuan hidup masyarakatnya. Wabah COVID-19 merupakan krisis paling menantang yang menghantam industri pariwisata di Kaliurang sejak erupsi Merapi pada tahun 2010. Dalam konteks wabah COVID-19, artikel ini disusun untuk memahami bagaimana COVID-19 telah menghantam masyarakat lokal yang terlibat dalam kegiatan pariwisata di Kaliurang dan bagaimana mereka menghadapi krisis tersebut. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, kami mencoba memahami kondisi pelaku pariwisata di Kaliurang selama COVID-19 dan mengeksplorasi strategi dan bentuk perlindungan sosial yang membantu para pelaku pariwisata untuk bertahan. Melalui penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa kegiatan pariwisata di Kaliurang pada tahun 2020-2022 terhenti bukan hanya karena COVID-19 tetapi juga karena situasi yang disebabkan oleh erupsi Merapi. Perlindungan sosial yang ditunjukkan dalam kasus pariwisata di Kaliurang tidak berasal dari pemerintah sebagai pusat kekuasaan dan sumber daya, tetapi dari solidaritas sosial yang muncul sebagai respons terhadap kurangnya peran pemerintah. Krisis pandemi telah kembali mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai moral Jawa untuk saling berbagi dan peduli melalui harmoni dan rukun. Namun, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai perlindungan sosial dalam kajian pariwisata dan perlu adanya perlindungan sosial bagi pelaku pariwisata dalam bentuk asuransi.
References
- Bowen, J. R. (1986). On the political construction of tradition: Gotong Royong in Indonesia. The Journal of Asian Studies, 45(3), 545-561.
- Foley, M., & Lennon, J. J. (1996). JFK and dark tourism: A fascination with assassination. International Journal of Heritage Studies, 2(4), 198-211.
- Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures (Vol. 5019). Basic books.
- Geertz, H. (1961). The Javanese family: A study of kinship and socialization.
- Ghimire, H. L. (2015). Disaster management and post-quake impact on tourism in Nepal. The Gaze: Journal of Tourism and Hospitality, 7, 37-57.
- Habibullah(2017). Perlindungan Sosial Komprehensif Di Indonesia. Sosio Informa, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.33007/inf.v3i1.492
- Hall, C. M. (2011). Biosecurity, tourism and mobility: institutional arrangements for managing tourism-related biological invasions. Journal of Policy Research in Tourism, Leisure and Events, 3(3), 256-280.
- Hawkins, M. (1996). Is rukun dead? Ethnographic interpretations of social change and Javanese culture. The Australian journal of anthropology, 7(1), 218-234. https://doi.org/10.1111/j.1835-9310.1996.tb00329.x
- Ingold, T. (2000). Evolving skills. Alas, poor Darwin: Arguments against evolutionary psychology, 273-297.
- Jay, R. R. (1969). Javanese villagers: Social relations in rural Modjokuto.
- Kaag, M., et. al. (2005). Poverty is Bad: Ways Forward in Livelihood Research. CERES.
- Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
- Kutanegara, P. M. (2017). Poverty, Crises, and Social Solidarity in Sriharjo, Rural Java. Yogyakarta: Kanisius.
- Kutanegara, P. M., & Nooteboom, G. (2000). Forgotten villages. The effects of the crisis and the role of the government in rural Java.
- Medina, L. (2002). Commoditizing Culture Tourism and Maya Identity. Annals of Tourism Research, 30(2), 353-368.
- McKibbin, W. J., & Fernando, R. (2020). ‘The Global Macroeconomic Impacts of COVID-19: Seven Scenarios’ in CAMA Working Paper No. 19/2020.
- Mulyasari, R. (2023). Menilik Ulang Resiliensi: Covid-19 dan Pariwisata di Kaliurang Yogyakarta. SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities, 7(1), 39-57.
- Mulyasari, R., & Rahmadian, G. (2023). Kerentanan Pariwisata dan responnya: Studi Kasus Covid 19 di Kawasan Wisata Kaliurang. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, 4(1), 25-41.
- Nooteboom, G. (2003). A Matter of Style: Social Security and Livelihood in Upland East Java. PhD Thesis. Nijmegen: University of Nijmegen.
- Nugroho, Y., & Negara, S. D. (2020). ‘COVID-19’s Impact on Micro, Small, and Medium Enterprises and Tourism in Indonesia’ in ISEAS Perspective, Issue: 2020 No. 124. ISSN 2335-6677
- Sahlins, M. (1974). Stone Age Economics. London: Tavistock.
- Scott, D., & Gossling, S. (2015). ‘What could the next 40 years hold for global tourism?’ In Tourism Recreation Research, 40(3), 269–285.
- Semedi, P. (2021). ‘A Power Approach and the Coronavirus Pandemic in Yogyakarta’ in Humaniora, Vol. 33, No. 1 (February 2021), pp. 1-16. https://doi.org/10.22146/jh.62339
- Susanto, J. A. X., & Sushartami, W. (2020). ‘Wong Ndhuwur, Wong Ngisor: Local Community and Post-disaster Tourism in Kinahrejo’ in Humaniora, Vol. 32, No. 3 (October 2020) pp. 271-282. https://doi.org/10.22146/jh.57693.
- Susantyo, B., Habibullah, H., Irmayani, N. R., Erwinsyah, R. G., Nainggolan, T., Sugiyanto, S., Rahman, A., Arifin, J., As’adhanayadi, B., & Nurhayu, N. (2023). Social cash assistance for food security during a disaster: lesson learned from Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environment. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1180/1/012047
- Wright, D. (2014). Residents’ perceptions of dark tourism development: The case of L’Aquila, Italy. Doctoral Dissertation. University of Central Lancashire.
- ________,. (2020). Statistik Kepariwisataan 2020. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.