Jaminan Kesehatan Pekerja Informal di Indonesia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstract
Â
The role of the informal sector is important in terms of employment. The informal sector is very flexible in terms of utilizing economic potential that has not been managed. Protection of informal workers is one of the important things to pay attention to. Protection of informal workers not only talks about decent wages, but also about access to facilities provided by the government, in this case social insurance. The purpose of writing is to find out the characteristics of informal workers and know the access of informal workers to health insurance. Based on its characteristics, informal workers in Indonesia in 2020 are predominantly male, are of productive age, have elementary school education/ equivalent, live in rural areas, and work in the agricultural sector. Informal workers in Indonesia in 2020 who had access to health insurance ownership amounted to 57.3 percent, used health insurance for outpatient treatment at 33.1 percent, and for hospitalization of 56.3 percent.
Â
Key words: health insurance, informal workers, informal sector
Â
Abstrak
Â
Peranan sektor informal menjadi penting dalam hal penyerapan tenaga kerja. Sektor informal sangat fleksibel dalam hal memanfaatkan potensi ekonomi yang belum dikelola. Perlindungan terhadap pekerja informal menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Perlindungan terhadap pekerja informal bukan hanya bicara soal upah yang layak, akan tetapi juga mengenai akses ke fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah jaminan sosial. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui karakteristik pekerja informal dan mengetahui akses pekerja informal terhadap jaminan kesehatan. Berdasarkan karakteristiknya, pekerja informal di Indonesia pada tahun 2020 dominan berjenis kelamin laki-laki, berada pada umur produktif, tingkat pendidikannya tamatan SD/setara, tinggal di daerah pedesaan, dan bekerja pada sektor pertanian. Pekerja informal di Indonesia pada tahun 2020 yang memiliki jaminan kesehatan sebesar 57,3 persen, menggunakan jaminan kesehatan untuk berobat jalan sebesar 33,1 persen, dan untuk rawat inap sebesar 56,3 persen.
Â
Kata kunci: jaminan kesehatan, pekerja informal, sektor informal
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Â
Referensi
Adliyani, Z. O. N. (2015). Pengaruh Perilaku Individu terhadap Hidup Sehat. Majority, 4(7), 109–114.
Aisyiah Baros, W. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemilikan Jaminan Kesehatan Analisa Data Susenas 2013. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 04(1), 20–25.
Amu, H., & Dickson, K. S. (2016). Health insurance subscription among women in reproductive age in Ghana: do socio-demographics matter? Health Economics Review, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s13561-016-0102-x
BPJS Kesehatan. (2016). Laporan Pengelolaan Program Tahun 2016 dan Laporan Keuangan Tahun 2016 (Auditan) (Vol. 2016, Issue 1). http://bpjs-kesehatan. go.id/bpjs/index.php/arsip/detail/835
BPS. (2014). Survei Sektor Informal Tahun 2014. In Sirusa.Bps.Go.Id. Badan Pusat Statistik. https://sirusa.bps.go.id/webadmin/pedoman/Pedoman Pencacahan SSI-1 dan SSI-2.pdf
Broadband Commission. (2017). Recommendations for Action: Bridging the Gender Gap in Internet and Broadband Access and Use. In BroadbandCommission (Ed.), Broadband Commission Working Group on the Digital Gender Divide, under the
auspices of the United Nations (UN) Broadband Commission for Sustainable Development. (Issue March). Broadband Commission. http://www.broadbandcommission.org/Documents/ publications/WorkingGroupDigitalGenderDividereport2017.pdf
Dartanto, T., Hanum, C., Usman, Bintara, H., Bella, A., & Putro, P. (2017). Dampak Program JKN-KIS pada Perekonomian Indonesia. In Ringkasan Riset JKNKIS (Vol. 01, Issue Agustus). https://bpjskesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/22307a61e9670fee4d14b5 138241507e.pdf
De Cock, K. M., Simone, P. M., Davison, V., & Slutsker, L. (2013). The new global health. Emerging Infectious Diseases, 19(8), 1192–1197. https://doi.org/10.3201/eid1908.130121
Djunawan, A. (2018). Pengaruh jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan primer di perkotaan Indonesia: adilkah bagi masyarakat miskin? Berita Kedokteran Masyarakat, 5(12), 5. https://doi.org/10.22146/bkm.37474
Fitria, E. (2013). Upaya Pengobatan Sendiri pada Balita dalam Era Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan. Kesmas: National Public Health Journal, 8(5), 199–203. https://doi.org/10.21109/kesmas.v8i5.384
Glied, S., & Lleras-muney, A. (2008). Health Inequality, Education and Medical Innovation. Demography, 45(3), 741–761
Gunawan, B. T. (2018). Pengaruh Pemilihan Kepala Daerah Terhadap Pasar Tenaga Kerja: Analisis Sektor Formal Dan Informal Level Kabupaten/Kota Di Pulau Jawa. Kajian Ekonomi Dan Keuangan, 2(2), 149–161. https://doi.org/10.31685/kek.v2i2.263
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Data Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2018. In Kemenkes Report (Vol. 53, Issue 9).
Nazara, S. (2010). Informal Economy in Indonesia: Size, Composition, dan Evolution. In International Labour Organization. http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_145402.pdf
Pitoyo, A. J. (2016). DINAMIKA SEKTOR INFORMAL Dl INDONESIA Prospek, Perkembangan, dan Kedudukannya dalam Sistem Ekonomi Makro. Populasi, 18(2). https://doi.org/10.22146/jp.12081
Purnama, A. (2015). Analisis Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal. Jurnal PKS, 14(2), 149–162.
Tarigan, I., & Suryati, T. (2018). Gambaran Out of Pocket pada Awal Era JKN di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 1(2), 141–146. https://doi.org/10.22435/jpppk.v1i2.536