Resiliensi Keluarga ˜Teroris Dalam Menghadapi Stigma Negatif Masyarakat dan Diskriminasi

Abstract

Riset ini akan membahas mengenai kemampuan keluarga teroris dalam menghadapi masalah. Masalah tersebut muncul akibat salah satu anggota keluarga menjadi tersangka tindak pidana terorisme. Kajiannya meliputi dinamika keluarga dalam menghadapi masalah, reaksi masyarakat sekitar, tindakan pemerintah setempat, baik stigma negatif masyarakat, maupun dukungan psitif dari masyarakat, diskriminasi dan resiliensi keluarga teroris. Metode dalam penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif dengan tradisi fenomenologi dengan mengeksplorasi subjek. Subjek /atau informan dalam penelitian ini adalah orang yang mengalami peristiwa dan orang yang mengetahui peristiwa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mendapatkan gambaran dinamika psikologis dan resiliensi keluarga teroris dalam menghadapi tekanan, prasangka, stigma negatif dan kemungkinan diskriminasi dari masyarakat, serta mendeskripsikannya menjadi sebuah laporan penelitian dari sudut pandang keluarga tersangka teroris. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi  dan wawancara. Hasil dari penelitian ini merupakan frofile gambaran keluarga teroris dengan dinamika permasalahan psikologis yang dialami akibat dari stigma negatif, dan diskriminasi dalam kehidupannya sehari-hari. Hal tersebut dapat digunakan sebagai gambaran resiliensi keluarga dalam menghadapi masalah. Kata kunci: resiliensi keluarga, teroris, keluarga teroris, stigma negatif, stereotipe, diskriminasi dan dukungan sosial This research focused on the ability and strength of "terrorist" families in dealing with certain condition and problem after their family member was arrested as terrorist. This problem and certain condition arose due to the fact that one of their family members becomes a suspect in a criminal act of terrorism. This study particularly explored the family dynamics in dealing with problems, reactions from surrounding communities, local government actions, both negative stigma, as well as positive support from community, discrimination and the resilience of terrorist families. The method used in this study was qualitative method specifically using the phenomenological tradition by exploring the subject experience. Subjects or informants in this study were individuals who have specific background (having family member who was arrested as terrorist) and people who know about these events. The purpose of this study is to obtain an overview with the dynamics of psychological problems and resilience of terrorist families in the face of pressure, prejudice, negative stigma and possible discrimination from society, and to describe it as a research report from the perspective of the terrorist suspect's family. Collecting data in this study was done through in depth interview for the primary data and observation for secondary data. The result of this study showed  a picture of the terrorist family with the dynamics of psychological problems in facing negative stigma and discrimination experienced in their daily lives. This can be used as an illustration of family resilience in facing problems and difficult situations. Key words: family resilience, terrorist, terrorist family, stigma, discrimination, stereotype, social support
https://doi.org/10.33007/ska.v10i2.2389
PDF

References

Abimanyu, B. (2005). Teror Bom di Indonesia. Jakarta: Grafindo.

Al Ramiah A, et al (2010). The Social Psychology of Discrimination: Theory, Measurement, adn Consequences. https://www.researchgate.net/publication/292811039.

Asiyah dkk. (2012). Diskriminasi Sosial pada Mantan Narapidana Teroris dan keluarganya. Studi Kasus Pada Keluarga Pondok Pesantren Al Islam Tenggulun Solokuro Lamongan. Conference Proceeding AICIS.

Creswell. (1998). Qualitative inquiry and research design: choosing among five traditions. California: SAGE Publications.

Creswell. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th Edition. California: SAGE Publications Inc.

Fletcher, D & Sarkar, M. (2013). Psychological Resilience: A Review and Critique Definitions, Concepts, and Theory. European Psychologyst. Vol. 18(1):12–23. DOI: 10.1027/1016-9040/a000124.

Herdiana, I. (2019). Resiliensi Keluarga: Teori, Aplikasi, dan Riset. Proceeding National Conference Psikologi UGM 2018. ISBN 978-602-60885-1-2.

Jawa Pos. (2019). Terduga Teroris Young Farmer Gunakan Kaus Lampu Petromaks. https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/27/10/2017/terduga-teroris-young-farmer-gunakan-kaus-lampu-petromaks/.

Kumparan. (2018). Bayi di Rutan Mako Brimob Adalah Anak dari Anggi Anggota ISIShttps://kumparan.com/kumparannews/bayi-di-rutan-mako-brimob-adalah-anak-dari-anggi-anggota-isis

Major, B & O’Brien, L. (2005). The Social Psychology of Stigma. Annu. Rev. Psychol. 56:393–421. Doi: 10.1146/annurev.psych.56.091103.070137

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research Methods. California: Thousands oaks.

Poerwandari, E. K. (1998). Pendekatan kualitatif dalam penelitian psikologi. Jakarta: LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Santoso, T. (2013). Anti-Terrorism Legal Framework in Indonesia: Its Development and Challenges. Jurnal Mimbar Hukum. Volume 25. No. 1. 88-101.

Setkab. (2018) UU No 5 Tahun 2018. Perubahan Atas Undang Undang No 15 tahun 2003 tentang Penetapan peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang Undang. https://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/175528/UU%20Nomor%205%20Tahun%202018.pdf

Snyder, C.R. & Lopez, S.J. (2002). Handbook of Positive Psychology. New York: Oxford University Press.

Strauss dan Corbin. (2003). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif Terjemahan. Shodiq, M & Muttaqien. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sujoko & Mukti, P. (2018). Gambaran Striving for Superiority pada Keluarga Teroris. Jurnal Psikologi Ilmiah Intuisi. 248-256.

Ulfiyatin, A. (2015). Makna menjadi keluarga ‘teroris’ bagi keluarga tersangka terorisme Amrozi dan Ali Ghufron di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. Volume 28 No. 1. 72-81.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2021 Muslim Muslim Hidayat