KEBERFUNGSIAN SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA PASCA REHABILITASI SOSIAL DI BALAI REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA GALIH PAKUAN DI BOGOR

Abstract

Masalah penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian khusus pemerintah, karena sudah menyebar di semua kalangan masyarakat. Penyalahgunaan NAPZA memicu terhambatnya keberfungsian sosial bagi pelakunya. Penyalahguna NAPZA baik baru tahap pengguna ataupun sudah menjadi pecandu, perlu tindakan agar terlepas dari jerat NAPZA, sehingga keberfungsian sosialnya mampu dilaksanakan dengan baik. Rehabilitasi sosial merupakan salah satu solusinya. Penelitian ini bertujuan melihat keberfungsian sosial penyalahguna NAPZA dan dukungan sosial yang diperoleh setelah melakukan rehabilitasi sosial. Metode yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keberfungsian sosial dengan kategori tinggi dan sebagian kecil kategori sedang, artinya masih ada item yang mendukung keberfungsian sosial yang belum mampu dilaksanakan secara maksimal. Demikian juga dengan dukungan sosial, sebagian besar responden mendapatkan dukungan sosial kategori tinggi, dan sebagian kecil kategori sedang. Untuk lebih memaksimalkan dukungan keluarga maupun masyarakat, pihak panti perlu meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya dukungan sosial terhadap penyalahguna NAPZA eks penerima pelayanan panti,  sehingga keluarga dan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan, sekaligus menghilangkan stigma masyarakat. Untuk mengembangkan keberfungsian sosial yang lebih baik, perlu kerjasama dengan pemerintah daerah setempat, untuk memberikan dukungan  kepada eks penerima pelayanan PSPPGP baik secara moril maupun materiil. Pihak panti perlu mengoptimalkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi, secara bersamaan dapat memberikan motivasi  dan dukungan moril terhadap eks penerima manfaat yang bermasalah.  Kata kunci : Penyalahguna NAPZA, Keberfungsian sosial, rehabilitasi sosial.
https://doi.org/10.33007/ska.v9i1.1767
PDF

References

Hariyanto (2012). Dampak Penyalahgunaan Narkoba. https://belajarpsikologi.com/dampak-penyalahgunaan-narkoba/, diakses 23 Januari 2019

Indosiar (2019). Indonesia Darurat Narkoba. Iklan Layanan Masyarakat, Indosiar Tgl 21 Januari 2019

Joyakin. ( 2008). Penilaian Keberfungsian Sosial Klien . http://media.kemsos.go.id/images /317Keberfungsian_Sosial.pdf., diakses 25 Desember 2018

Murni,R dan Suamrno, S (2003): Rehabilitasi Sosial Penyalahguna NAPZA (Suatu Metode Pelaksanaan di Beberapa Institusi swasta). Jakarta. Pusat Penelitian Dan Pengembangan usaha Kesejahteraan Sosial

Priyasmoro. RM (2018), BNN: Pemakai Narkoba di Indonesia Capai 3,5 Juta Orang pada 2017, 26 Jun 2018, https://www.liputan6.com/news/read/3570000/bnn-pemakai-narkoba-di-indonesia-capai-35-juta-orang-pada-2017 , diakses 25 Februari 2019

Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Sosial Nomor 56 HUK 2009 tentang Pelayanan dan rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA. Jakarta. Departemen Sosial RI

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Jakarta

Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Sosial Nomor 26 Tahun 2012,Tentang Standar Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Lainnya. Jakarta. Kementerian Sosial RI

Republik Indonesia (2017). Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial Bagi Pecandu Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Lainnya. Jakarta. Kementerian Sosial

Riadi.M (2017). Pengertian, Bentuk dan Manfaat Dukungan Sosial. https://www. Kajianpustaka.com/2017/12/pengertian-bentuk-dan-manfaat-dukungan-sosial.html, diakses 26 februari 2019

Suradi, Sumarno,S., Roebyantho,H., Sugiyanto dan Unayah,N. (2015), Kapasitas Institusi Penerima Wajib Lapor Dalam Penanganan Korban Penyalahgunaan Napza, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial bekerjasama dengan P3KS Press.

Suharto, Edi (2009), Membangun Masyarakat, Memberdayakan Rakyat. Bandung. Refika Aditama

Safitri, Dwi (2016). Skripsi tentang :Keberfungsian Sosial Remaja Perempuan Korban Kekerassan Seksual Pasca Rehabilitasi di APPS WCC Sragen. Yogyakarta. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Fakutas Dakwah dan Komunikasi

Sari,Kartika (2011). Konsep Dukungan Sosial. http://artidukungansosial.blogspot.com /2011/02/teori-dukungan-sosial.html. diakses tanggal 21 Januari 2019

Willis,Sofyan S (2005). Remaja dan Masalahnya; mengupas Berbagai Bentuk Kenakalan Remaja, Narkoba, Free Sex dan Pemecahannya. Bandung. Bandung, Alfabeta

Policy for Journals that offer open acces

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  • Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
  • Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal
  • Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
  •