Retrospeksi Model Pengembangan Manusia di Daerah Pedalaman Pegunungan dan Perbatasan Papua – Papua Nugini
DOI:
https://doi.org/10.31105/mipks.v41i1.2278Keywords:
komunitas adat terpencil, pengembangan manusia, daerah perbatasanAbstract
Penelitian ini bertujuan melakukan retrospeksi kondisi daerah, model pengembangan manusia di daerah pedalaman pegunungan dan perbatasan Papua-PNG pelayanan sosial dengan pendekatan pemberdayaan komunitas adat terpencil. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif di Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Distrik Astro Timur, Kabupaten Keerom. Pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan informan yang dipilih adalah orang yang dianggap mengetahui dan dapat member informasi terkait dengan tujuan penelitian. Selain itu, observasi dan telaah dokumen juga dilakukan untuk memperkuat data primer hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan manusia di daerah pedalaman pegunungan dan perbatasan Papua-PNG belum berjalan secara maksimal, dan dari aspek pengembangan manusia belum menyeluruh kehidupan kesejahteraan di daerah pedalaman hal ini disebabkan sebagian besar daerah di Papua, termasuk yang ada di perbatasan berupa pegunungan, pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya dapat mengatasi keterpencilan, sehingga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pedalaman/terpencil belum secara maksimal tersentuh pengembangan manusia. Oleh sebab itu perlu peningkatan pemberdayaan, dan pembangunan kesejahteraan sosial yang integral dengan bidang lain, dan model pemberdayaan (KAT) lebih ditingkatkan pada pengembangan manusia
References
Arikunto Suharsimi. (2000). Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta
Dean G. Praitt dan Jeffrey Z. Rubin. (2004). Teori Konflik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Depsos. (2002). Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, Jakarta : Pusdatin Kesejahteraan Sosial
______ (2005). Perkembangan Model Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Jakarta : Puslitbang UKS Balatbangkesos.
______ (2011). Penyandang Permasalahan Kesejahteraan Sosial (PMKS), Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Jakarta : Balitbangkesos, Pusdatin Kesos.
Endro Winarno dkk. (2012). Efektifitas Model Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi, Laboratorium Sosial Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Terpadu. Yogyakarta: B2P3KS.
______ (2016). Potret Kesejahteraan di Perbatasan, Analisis Permasalahan Sumber, Potensi Kesejahteraan Sosial di Kawasan Perbatasan.
Ginanjar Kartasasmita. (1998). Martabat dan Kualitas Manusia dalam Global . Yogyakarta; HIPSI
Harry Hikmat dan Tim Sosial Policy Studies. (2006). Pedoman Analisis Kebijakan Sosial. Jakarta. UI-Kemensos
Irawan Suhartono (1995). Metode Penelitian Sosial, Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Umum Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya
Koentjaraningrat, 1996. Irian Jaya, Membangun Masyarakat Majemuk, Jakarta: Jambagan
Maria Hartiningsih, (2002). Pemberdayaan Manusia di Indonesia, Supaya Tidak Membangun di Atas Pasir, Jakarta, Kompas 24 Januari 2004
Nasution. (2006). Pemkot Jayapura. (2004). Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kota Jayapura. Jayapura:
SIL Internasional – Indonesia, 2004,