Faktor Determinan Penyebab Kemiskinan di Sulawesi Selatan

Authors

  • Kissumi Diyanayati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS). Kementerian Sosial RI. Jl. Kesejahteraan Sosial Nomor 1, Sonosewu, Yogyakarta, Indonesia
  • Etty Padmiati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS). Kementerian Sosial RI. Jl. Kesejahteraan Sosial Nomor 1, Sonosewu, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31105/mipks.v41i2.2270

Keywords:

faktor determinan, penyebab kemiskinan

Abstract

Penelitian tentang Faktor Determinan Penyebab Kemiskinan di Sulawesi Selatan  bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang menyebabkan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kuantitatif dan kualitatif.  Lokasi penelitian menggunakan teknik purposive, yaitu memilih salah satu provinsi dari 34 provinsi yang digunakan sebagai lokasi penelitian, Konsep dan Indikator Kemiskinan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh keluarga fakir miskin yang teregister dan yang tidak teregister. Sampel akan ditentukan secara random berjumlah 1.200 orang berasal dari dua wilayah (Kota Makassar dan Kabupaten Maros), tiap wilayah 600 orang dengan rincian 540 orang berasal dari kepala keluarga miskin teregister dan 60 orang kepala keluarga miskin non-register atau yang belum mendapat program. Teknik pengumpulan data digunakan kuesioner, panduan wawancara, panduan pengamatan, dan telaah dokumen yang relevan. Data dan informasi yang dijaring secara kuantitatif diolah secara komputasi dengan menggunakan program excel dan statistik SPSS versi 17.00 for Windows, serta pengujian konstruk kemiskinan menggunakan confirmatory faktor analysis dengan bantuan program LISREL 8.4, hasilnya dideskripsikan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dimensi budaya memiliki konstribusi yang positif dan signifikan dalam membentuk kemiskinan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Hasil tersebut relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia pada umumnya, yang masih mengedepankan nilai sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, seperti kuatnya semangat gotong royong, hubungan kekerabatan, kebiasaan melakukan musyawarah dalam memutuskan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan diketahuinya faktor determinan penyebab kemiskinan di Sulawesi Selatan, intervensi yang dibutuhkan dalam penanggulangan kemiskinan lebih dititikberatkan pada penyadaran masyarakat tentang berbagai kebiasaan yang sudah menjadi budaya dan memberatkan masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Penyuluhan dan bimbingan sosial tentang hidup hemat, tidak mengada-ada, dan menolong semampunya perlu lebih sering dilakukan dengan tidak meninggalkan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang sudah berjalan. Perlu diupayakan pula penumbuhan keberdayaan  masyarakat untuk terciptanya kemandirian masyarakat, karena masyarakat akan memperoleh pemahaman dan mampu mengontrol daya sosial, ekonomi, dan politik agar dapat meningkatkan kesejahteraan sosialnya. 

References

Ambar Teguh Sulistiyani, 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta : Gava Media.

Andre Bayo Ala, 1981. Kemiskinan dan Strategi Memerangi Kemiskinan. Yogyakarta : Liberty.

Arif Satria, 2016. Pesisir dan Laut Untuk Rakyat. Bogor : IPB

Bagong Suyanto, 1996. Perangkap Kemiskinan Problem dan Strategi Pengentasannya Dalam Pembangunan Desa. Yogyakarta : Aditya Media.

Emil Salim, 1980. Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan. Jakarta : Yayasan Idayu

Gunawan Sumodiningrat, 1999. Kemiskinan : Teori, Fakta dan Kebijakan. Jakarta : Impac.

Istiana, dkepala keluarga, 2015. Konsep dan Indikator Kemiskinan. Yogyakarta : B2P3KS Press.

Muhadjir M Darwin, 2005. Memanusiakan Rakyat. Penanggulangan Kemiskinan Sebagai Arus Utama Pembangunan. Yogyakarta : Benang Merah.

Sutomo, 2008. Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wignyo Adiyoso, 2009. Menggugat Perencanaan Partisipatif Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Surabaya : Putra Media Nusantara.

Downloads

Published

2020-07-24