Peran Pendamping Berbasis Masyarakat bagi Penyandang Disabilitas dalam Membangun Kemandirian

Authors

  • Ani Mardiyati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Jl . Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Bantul, Yogyakarta. Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31105/mipks.v41i2.2265

Keywords:

penyandang disabilitas, peran pendamping, pendampingan berbasis masyarakat

Abstract

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari warga negara  yang memiliki hak yang sama dengan yang lainnya. Tulisan ini mengungkap bagaimana penyandang disabilitas mendapat layanan sosial dari pendamping berbasis masyarakat sehingga dapat menjalankan partisipasi sosialnya dengan baik menuju kemandirian. Jenis penelitian berupa kajian kualitatif, mengenai peran pendamping disabilitas berbasis masyarakat di Kota Bandung, Jawa Barat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, melalui informan yaitu pendamping disabilitas berbasis masyarakat (Pekerja Sosial Masyarakat). Hasil penelitian menemukan bahwa pendamping berbasis masyarakat menjalankan tugas dengan dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diterapkan dalam melakukan pendampingan. Penyandang disabilitas ringan yang didampingi sudah dapat menghasilkan karya yang bernilai komersial dan dapat menghasilkan uang, membuat disabilitas dapat mandiri dalam hidupnya. Kemandirian penyandang disabilitas tidak lepas dari peran pendamping dan pemerintah melalui dinas sosial. Perlunya pembinaan berkelanjutan pada pendamping khususnya yang berbasis masyarakat agar mereka dapat makin meningkatkan keterampilan dalam mendampingi penyandang disabilitas dengan berdasarkan sikap kerelawanan

References

Davis, K. 1967. Human Relation at Work, The Dinamics of Organizational Behavior. Mc Grow Hill Book Company.

Departemen Sosial RI. 2003. Pola Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Badan Pelatihan Dan Pengembangan Sosial.

___________. 2007. Pedoman Umum Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Anak Cacat Mental (Tuna Grahita). Direktorat Pelayanan Sosial Anak Direktorat JenderalPelayanan dan Rehabilitasi Sosial.

___________. 2008. Panduan Khusus Pelaksanaan Bimbingan Sosial Penyandang Cacat Mental Dalam Panti. (edisi ke 2). Direktorat Jenderal Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Direktorat Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat.

___________.2008. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penanganan Masalah Sosial Penyandang Cacat Mental Eks Psikotik Sistem Dalam Panti. Direktorat Jenderal Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Direktorat Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat.

Edi Suharto. 2006. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama.

Field, J. 2010. Modal Sosial. Kasihan Bantul: Kreasi Wacana.

George Ritzer & Barry Smart (ed). (2011). Handbook TEORI SOSIAL. Terj.Imam Muttaqien, Derta Sri Widowatie, Waluyati. Bandung: Penerbit Nusa Media .

Gunawan, Sugiyanto, & Roebyanto. (2013). Eksistensi Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat Bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA. Jakarta: P3KS Press.

Irwanto, dkk. 2010. Analisis Situasi Penyandang Disabilitas

Di Indonesia: Sebuah Desk-Review. Pusat Kajian Disabilitas. Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Dan Politik. Universitas Indonesia Depok.

Kemenpppa. 2013. Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping (orang tua, keluarga, masyarakat). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Jakarta.

Kementerian Sosia RI. (2012). Pedoman Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berbasis Masyarakat (RSODKBM). Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial Oranng Deangan Kecacatan.

____________.2012.Pedoman Rehabiitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan (ODK) Eks Psikotik Dalam Panti. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial Orang Deangan Kecacatan.

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Penyandang Disabilitas Pada Anak. InfoDATIN. Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

-----------------.2014. Situasi Penyandang Disabilitas. Buletin Jendala Data dan Informasi Kesehatan. Semester II 2014. Kementerian Kesehatan RI.

Mulia Astuti. 2013. Penguatan Peran Keluarga, Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Dalam Proses Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra Melalui Panti. Jurnal Informasi. Vol. 18 No. 01, tahun 2013.

Murdiyanto, dkk. 2014. Pengkajian Kompetensi Tenaga Pendamping Bagi Penyandang Disabilitas. Badan Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta.

Prakosa, Petra W.B. tt. â€Dimensi Sosial Disabilitas Mental di Komunitas Samin, Yogyakarta. Sebuah Pendekatan Representasi Sosialâ€. Jurnal Psikologi vol.32, No. 2, hlm 61-73.

Sukoco, Dwi Heru. 1995. Profesi Pekerjaan Sosial dan Profesi Pertolongannya. Koperasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (disabilitas).

Dhina. 2016. “Peran Pendamping Kelompok Organisasi Disabilitasâ€. http://www.mampu

or.id/news/peran-pendamping-kelompok-organisasi-penyandang-disabilitas.

JPNN.com. 2011. Lahir Cacat, Ibu Buang Anak. https://www.jpnn.com/news/lahir-cacat-ibu-buang-anak. Akses Oktober 2015.

Solo Pos.2017. “Dari 543 Orang Disabilitas Psikososial, Masih Tersisa 7 Kasus Pemasungan di Slemanâ€. http://www.solopos.com/2017/26/dari-543-orang-

Disabilitas-psikososial-masih-tersisa-7-kasus-pemasungan-di-sleman-837417.

Downloads

Published

2020-07-24