Pengarusutamaan Gender dalam Implementasi Program KB di Kota Yogyakarta

Authors

  • Muthia Andriani Gadjah Mada University

DOI:

https://doi.org/10.31105/jpks.v18i2.1751

Keywords:

gender, gender mainstreaming

Abstract

Pengarusutamaan gender pada suatu program memerlukan akomodasi agar dapat diimplementasikan oleh pemerintah. Di dalam program KB pengarusutamaan gender masih relatif asing karena cenderung bertujuan untuk menwujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Seharusnya tidak perlu ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam penggunaan kontraspsi, namun di masyarakat Kota Yogyakarta masih terdapat tantangan untuk melakukan pengarusutamaan gender. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui aspek yang sudah dan belum diakomodasi dalam program KB dan pentingnya pengarusutamaan gender dalam program KB. Hasil menunjukkan bahwa ada sejumlah aspek pengarusutamaan gender yang sudah diakomodasi dan yang belum maksimal dilakukan. Aspek yang belum diakomodasi masih menjadi hambatan dan tantangan pemerintah dan perlu diintervensi melalui kebijakan sosial agar selaras dengan tujuan kesetaraan gender.Kata kunci: gender; kesetaraan; keluarga berencana; akomodasi.

Author Biography

Muthia Andriani, Gadjah Mada University

Departement of Social Development and Welfare

References

_______. (2005). Peningkatan Partisipasi Pria dalam KB dan KR. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. (2001). Pedoman Kebijakan Teknnis Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BKKBN.

Dzuhayatin, Siti Ruhaini. (2012). Kesetaraan Gender: Kontesasi Rezim Interasional dan Nilai Lokal. Jurnal Studi Gender dan Islam, 11: 141-154

Ekarini, S. M. B. (2008). Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Partisipasi Pria dalam Keluarga Berencana di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro (tesis tidak diterbitkan).

Fakih, Mansour. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: INSISTPress.

Handayani, Sri. (2010). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Herdiansyah. (2011). Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

ILO. (2003). Strategi Pengarusutamaan Gender. Jakarta: ILO

Maryatun. (2011). Kajian Perspektif Gender Peran Pria Dalam Pengguaa Kontrasepsi. Jurnal Kesehatan GASTER, 8: 647-655

Misbakhul Hasan, Akhmad Dan Rosniaty Azis. (2013). Advokasi Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Bagi Masyarakat Sipil. Jakarta: Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran.

Moleong, L.J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moreau, C. & T. (2007). Contraceptive Failure Rates in France: Results Population-Based Survey. Journal of Human Reproduction, 22 : 2422–2427.

Nugroho, Riant. (2008). Gender dan Strategi Pengarus-Utamaannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakter dan Keunggulan. Jakarta: Grafi

Sasongko, Sri Sundari. (2009). Konsep dan Teori Gender. Jakarta: BKKBN.

Sinyal, M. P., Rompas, Bataha, Y. (2019). Penggunaan Alat Kontrasepsi oleh Akseptor di Rumah Sakit Manado Medical Center, Periode Juli-Desember 2018. E-journal Keperawatan, 7: 1-7.

Soejipto, Budi W. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Amara Books

Soekanto, S. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sulistyawati, Ary. (2013). Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan (Edisi Revisi). Jakarta: Salemba Medika.

Suratun, Sri Maryani, Tien Hartini, Rusmiati, Saroa Pinem. )2008). Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info Media.

Sutinah. (2017). Partisipasi laki-laki dalam program Keluarga Berencana di era masyarakat postmodern. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 30:290-299

Tukiran, Pitoyo, Agus Joko dan Kutanegara, Pande Made, eds. (2010). Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

United Nations Women. (2018). Turning Promises into Action: gender Equality in the 20130 Agenda for Sustainable Development. Milan, Italy: AGS Custom Graphics.

Wilopo, S. A. (1994). Hasil Konferensi Kependudukan di Kairo: Implikasinya pada Program Kesehatan Reproduksi di Indonesia. Populasi, 5(2): 1-29.

Wilopo, S. A. (2013). Pengaruh Perkembangan Teknologi Kontrasepsi pada Transisi Deografi Kedua dan Implikasinya bagi Dokter Kesehatan Masyarakat ke Depan. Pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM. Yogyakarta: FK-UGM.

Wulandari, T. (2008). Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Program KB: Penelitian di Desa Panggungharjo, Kec. Sewon, Kab. Bantul. Dimensia, 2(1), 77-100.

Yuhedi, T. L dan Kurniawati, T. (2013). Buku Ajar Kependudukan dan Pelayanan KB. Jakarta: EGC.

Dyah, Rani Pratiwi. (2012). Pengaruh Sikap Kesetaraan Gender Guru Terhadap Perilaku Pengimplemntasian Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sekolah Menengah Pertama Se-Kecamatan Kutoarjo. Diakses dari http://eprints.uny.ac.id pada 6 Januari 2018 pukul 13.30 WIB.

Anonim (t.t.). Gender Mainstreaming: Conceptual framework, methodology and presentation of good practices. Section on Equality between Women and Men Directorate of Human Rights Council of Europe. Strasbourg, Perancis. https://www.unhcr.org/3c160b06a.pdf, diakses 1 Maret 2019

Esariti, Landung. (2016). Determinan Analisis Gender Pada Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan. Diakses dari HTTP://EJOURNAL.UNDIP.AC.ID/INDEX.PHP/RUANG 23 Januari 2019 Pukul 14.56.

Hariastuti. (2008). Strategi pembangunan KB berbasis masyarakat sebagai upaya pembangunan Keluarga Berencana di Jawa Timur. Diakses dari https://jurnal.ugm.ac.id/ 23 Maret 2018 Pukul 19.19 WIB.

Instruksi Presiden No 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender. diakses dari.http://www.depkop.go.id/uploads/media/01._Inpres_No.9_Thn_2000__PUG_dalam_Pembangunan_Nasional.pdf 20 Januari 2019 Pukul 14.05 WIB.

Kavanaugh, ML et al. (2013). Contraception and Beyond: The Health Benefits of Services Provided at Family Planning Centers. Diakses dari http://www.guttmacher.org/ pubs/health-benefits.pdf 31 Desember 2018 Pukul 21.35 WIB.

Muhatiah, Reno. (2012). Partisipasi Pria Dalam Program Keluarga Berencana (KB). Diakses dari http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/marwah/article/view/502 20 Desemer 2018 Pukul 20.13 WIB.

Peraturan Walikota (PERWALI) tentang Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/19123/perwali-kota-yogyakarta-no-65-tahun-2016 15 Maret 2019 Pukul 22.00 WIB.

Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2018 Tentag Pelaksaaan Pengarusutamaan Gender Di Kota Yogyakarta. Diakses dari https://hukum.jogjakota.go.id/data/Perwal%20No%2053%20Tahun%202018%20ttg%20Pelaksanaan%20Pengarusutamaan%20Gender%20Di%20Kota%20Yogyakarta.pdf 12 Januari 2019 Pukul 17.03 WIB.

Downloads

Published

2019-10-28

How to Cite

Andriani, M. (2019). Pengarusutamaan Gender dalam Implementasi Program KB di Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 18(2), 167–178. https://doi.org/10.31105/jpks.v18i2.1751