Pengaruh Pengisian Waktu Luang terhadap Kebahagiaan Lanjut Usia

Authors

  • Ikawati Ikawati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial

DOI:

https://doi.org/10.31105/jpks.v12i1.1245

Keywords:

sparetime activity, aged happiness

Abstract

The research is done to know the Effect of Sparetime Activities on Aged Happiness. The research is a correlational study. Research location determined purposively in Yogyakarta, as an area with high population and lives expectancy of the aged. Researched subjects are determined also purposively, both women and men up than 56 years of age, still having living partner, children, grandchildren, and family who are retired or still working, with minimum high school education background. From the technique used, it is found 30 respndents. The research object are aged activities in sparetime and the degree of their happiness. The data are gathered through interviews and observation, and analyzed through regression technique. The research found that there is an effect between sparetime activities and the degree of happiness. The effect can be seen from the degree of contribution of sparetime activities variable to the degree of happiness variable, as big 65,676 percent. That means there still some other factors (34,324 percent) that enfluences the degree of happiness. The other factors can be seen from the percentage of relative contribution of each variable, sort of relax activity (4,567 precent), social activity (14,580 percent), creative activity (0,037 percent), spiritual activity (2,242 percent), and daily activity (78,575 percent). Based on the research finding it is recommended that The Ministry of Social Affairs, through the Directory of Aged Services, in case of determining policy on the enhancement of the aged (social welfare) services, needs programs that involved aged existence, so that they feel cared, honored, and worthwhile in a state development, and their family still involving them (the aged) on thinking and advise their family so that they feel having benefit of their existence

References

Andra. 2007. Panti Werdha. Dunia Bagi Lansia. Majalah Formalia (Edisi Juni). www.google. com.06feb.2009

Adlinsyah, dkk. 1990. Suatu Usulan Pemikiran Bagi Orang Lanjut Usia Aktif: Tinjauan Psikologis dan Arsitektural. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Dadang Hawari. 1996. Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: PT Anna Bhakti Primayasa

Departemen Kesehatan RI. 1991. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa Usia Lanjut.Jakarta: Dirjend. Pelayanan Media

Elizabeth Yuli Istuti. 1992. Studi tentang Hubungan antara Persiapan Diri dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun pada Karyawan Non-Edukatif Golongan II di UGM Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Hadari Nawawi dan Mimi Martini. 1996. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Haditono, SR, dkk. 1983. Aktivitas dan Non-Aktivitas dalam Hubungan dengan Rasa Kebahagiaan dalam Usia Lanjut. Yogyakarta: Fakultas Psikilogi UGM

__________________. 1988. Kebutuhan dan Citra Diri Orang Lanjut Usia. Yogyakarta: UGM

__________________. 1989. Beberapa Persepsi terhadap Usia Lanjut: Fakta atau Fiksi?. Yogyakarta: Fakultas Pasca Sarjana UGM

__________________. 1993. Psikogerontologi.Yogyakarta: Pasca Sarjana UGM

Hadjam, dkk. 2004. Peran Kepribadian Tahan Banting pada Gangguan Somatisasi, Anima, Indonesian Psychological. Journal 19 (2), 122-135

Hurlock, EB. 1993. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga

Irene Trisna Ayu. 2009. Hubungan antara Kepribadian Tangguh dan Kebahagiaan pada Lansia yang Pensiun. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Joko Sumarno. 2005. Kebahagiaan Hidup Lanjut Usia di Panti Sosial Ditinjau dari Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial pada Panti Tresna Werdha â€Abiyoso†Kabupaten Sleman Provinsi DIY. Yogyakarta: Sekolah Pasca Sarjana UGM

Martaniah, S.M. 1988. Kemampuan dan Kebutuhan Psikologis Kaum Usia Lanjut. Yogyakarta: UGM

Monk. S, F.J, KNOERS, A.M.P dan Haditono, SR. 1998. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Perkembangannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Nasrun, M.W.S. 2000. Depresi pada Usia Lanjut: Pedoman Pembinaan Kesehatan Jiwa Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan. Jakarta:Dirjend. Kesehatan Masyarakat

Pramuwito, C., dkk. 1999. Penelitian Ujicoba Model Pelayanan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: B2P3KS

Rokhisah, D.1991. Hubungan Antara Jumlah Anak dan Keluarga, Kedemokratisan Pola Asuh Orang Tua dan Kemandirian Remaja. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.

Setiono, Mangoenprasodjo dan Sri Nurhidayati. 2005. Mengisi Hari Tua dengan Bahagia. Yogyakarta: Pradipta

Setyonegoro, K. 1992. Beberapa Catatan Mengenai Usia Lanjut yang Tetap Aktif dan Kreatif. Jakarta: Makalah

Siti Urbayatun. 2005. Hubungan antara Pemenuhan Kebutuhan Afek dengan Kesehatan Lansia. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana

Soeharjono. 1982. Usia Lanjut sebagai Persoalan masyarakat. Simposium. Semarang: Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia Cabang Jateng dan RS Kariadi: Fakultas Kedokteran UNDIP

Soepardjo. 1982. Pandangan Masyarakat terhadap Usia Lanjut. Simposium Semarang: Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia Cabang Jateng dan RS Kariadi: Fakultas Kedokteran UNDIP

Suwarti. 2006. Kemandirian Lansia Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Optimisme. Yogyakarta: UGM WHO. 1989. Healthy the Elderly

Genera Yulius Untari. 1998. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kepuasan Hidup pada Usia Lanjut. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Downloads

Published

2018-02-26

How to Cite

Ikawati, I. (2018). Pengaruh Pengisian Waktu Luang terhadap Kebahagiaan Lanjut Usia. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 12(1), 45–61. https://doi.org/10.31105/jpks.v12i1.1245