PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENGATASI KEMISKINAN KULTURAL DI INDONESIA

Main Article Content

Marcelino Vincentius Poluakan
Nunung Nurwati

Abstract

Pekerjaan sosial sejak lahirnya memiliki kaitan yang erat dengan permasalahan kemiskinan. Masalah kemiskinan yang semakin kompleks menuntut praktik pekerjaan sosial yang terus diperkaya dengan strategi penanganan kemiskinan yang efektif dan inovatif. Kemiskinan kultural sebagai salah satu bentuk kemiskinan memiliki akar pada budaya serta mindset masyarakat yang konsumtif, tidak mau bekerja keras, berpasrah, tidak merencanakan masa depan dan sebagainya. Tulisan ini akan mengkaji bagaimana strategi yang bisa digunakan dalam mengatasi kemiskinan kultural serta bagaimana peran pekerja sosial ketika berhadapan dengan individu, keluarga atau kelompok masyarakat yang memiliki faktor pembentuk kemiskinan kultural. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang membahas pandangan pekerjaan sosial terhadap kemiskinan kultural serta penanganannya terutama oleh profesi pekerja sosial. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa Strength Perspective, Nilai Komposit Kemajuan serta Nilai Dasar Kemajuan dapat menjadi strategi awal untuk merubah budaya dan mindset masyarakat miskin secara kultural. Implementasinya di lapangan adalah dengan memanfaatkan perangkat pekerja sosial yang telah ada untuk menanamkan nilai-nilai tersebut di masyarakat, misalnya tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Article Details

Section
Articles

References

Buku:

Glicken, M. D. (2011). Social Work in the 21st Century An Introduction to Social Welfare, Social Issues, and the Profession. California: Sage Publications.

Mohan, B. (2011). Development, Poverty of Culture, and Social Policy. New York: Palgrave Macmillan.

Publikasi Ilmiah:

Hidayati, N. (2018). Potret Kemiskinan dan Upaya Penanggulangannya melalui Program Perlindungan Sosial di Kawasan Terpencil Banyuwangi Selatan. Jurnal Darussalam, 10(1), 212-231.

Ishartono, Rusyidi, B., & Raharjo, T. S. (2017). Potret Orang Miskin dari Perspektif Kekuatan. Share, 7(1), 46-53.

Krumer-Nevo, M. (2015). Poverty-Aware Social Work: A Paradigm for Social Work Practice with People in Poverty. British Journal of Social Work, 46(6), 1-16. doi:10.1093/bjsw/bcv118

Lewis, O. (1966). The Culture of Poverty. Scientific American, 215(4), 19-25. Retrieved from https://www.jstor.org/stable/24931078?seq=1#page_scan_tab_contents

Markum, M. E. (2009). Pengentasan Kemiskinan dan Pendekatan Psikologi Sosial. Psikobuana, 1(1), 1-12. Retrieved from https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=8ZIgRqzl5QAC&oi=fnd&pg=PA1&dq=Pengentasan+Kemiskinan+dan+Pendekatan+Psikologi+Sosial&ots=EtgEAX_uoB&sig=-aGZXC7lroAWtoroAKsvuU_HG68&redir_esc=y#v=onepage&q=Pengen tasan%20Kemiskinan%20dan%20Pendekatan%20Psikologi%20Sosial&f=false

Mulyana, S., & Octavianti, M. (2018). Kemiskinan dan Budaya Konsumtif: Paradoks pada Masyarakat Indramayu. Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, 1(1), 776-785.

Prawoto, N. (2009). Memahami Kemiskinan dan Strategi Penanggulangannya. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 9(1), 56-68.

Pajriah, S., & Suryana, A. (2018). Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Kemiskinan di Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Jurnal Artefak, 5(2), 83-88. doi: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v5i2.1939

Sangadji, S., Abadi, T., & Fauziah, L. (2015). Karakteristik Kemiskinan dan Penanggulangannya di Kabupaten Sidoarjo. Mimbar, 31(2), 495-506.

Suryawati, C. (2005). Memahami Kemiskinan secara Multidimensional. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(3), 121-129.

Internet:

https://www.bps.go.id/statictable/2014/01/30/1494/jumlah-penduduk-miskin-persentase-penduduk-miskin-dan-garis-kemiskinan-1970-2017.html