Vol. 10 No. 3 (2021): Sosio Konsepsia
Articles

Inovasi Filantropi Islam dalam Menanggulangi Masyarakat Miskin Terdampak Covid-19: Studi Kasus di Baznas Provinsi Kalimantan Barat

Khamim Khamim
Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Pontianak
Muhammad Ulul Albab Musaffa
Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Agus Widodo
Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Pontianak
Perdhiansyah Perdhiansyah
Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Pontianak
Muhammad Lutfi Hakim
Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Published 2021-09-14

Abstract

Abstrak: Dunia sekarang lagi dilanda Pandemi Covid-19. Ada 34 provinsi di Indonesia yang tergolong zona merah terdampak Covid-19, termasuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Penyebaran virus ini sangat cepat dan berdampak terhadap berbagai lapisan masyarakat, terutama ekonomi para karyawan dan masyarakat miskin di Provinsi Kalbar. Untuk menanggulangi dampak tersebut, perlu adanya peran dan partisipasi dari suluruh kalangan, termasuk Baznas Provinsi Kalbar sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tulisan ini fokus pada inovasi dalam fundraising filantropi Islam, pemanfaatannya dan kendala-kendala yang dialami Baznas dalam menanggulangi masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan menggunakan jenis penelitian lapangan dan didukung dengan hasil wawancara dan dokumentasi, tulisan ini menemukan dua strategi yang digunakan oleh Baznas Provinsi Kalbar dalam fundraising ZIS yang mengalami kenaikan sebesar 2,92 kali dibandingkan tahun 2019, yaitu sosialisasi Fatwa MUI terkait pemanfaatan ZIS dan optimalisasi peran UPZ. Dalam hal pemanfaatannya pada masa pandemi Covid-19, Baznas Provinsi Kalbar mendistribusikan 91% dana ZIS pada bidang darurat kesehatan berupa program kesehatan dan kuratif, sedangkan sisanya (9%) dimanfaatkan untuk bidang darurat sosial-ekonomi berupa paket logistik keluarga, zakat fitrah dan fidyah, serta BTM. Terbatasnya waktu dan ruang gerak pada masa pandemi merupakan kendala yang dirasakan Baznas Provinsi Kalbar. Kata kunci: Filantropi Islam, Covid-19, Masyarakat Miskin, Baznas Provinsi Kalimantan Barat  

References

  1. Amar, F. (2017). Implementasi Filantropi Islam di Indonesia. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Filantropi Islam, 1(1), 1-14. https://doi.org/10.22236/alurban_vol1/is1pp1-14
  2. ANTARAKALBAR. (2020, April 24). Baznas Pontianak Terima Penyaluran Zakat Via Transfer. https://kalbar.antaranews.com/berita/413984/baznas-pontianak-terima-penyaluran-zakat-via-transfer
  3. Aula, S. K. N. (2020). Peran Tokoh Agama dalam Memutus Rantai Pandemi Covid-19 di Media Online Indonesia. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 3(1), 125-148. https://doi.org/10.14421/lijid.v3i1.2224
  4. Badan Amil Zakat Nasional. (2020). Laporan Baznas dalam Penanganan Pandemi Covid-19. Badan Amil Zakat Nasional (Puskas BAZNAS).
  5. Bahtiar, E. (2020). SWOT Analysis of the Mempawah Regency Baznas Development Strategy in Collecting Zakat Funds. JIL: Journal of Islamic Law, 1(1), 115-134. https://doi.org/10.24260/jil.v1i1.12
  6. Baidhawy, Z. (2015). Lazismu and Remaking the Muhammadiyah’s New Way of Philanthropy. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 53(2), 387-412. https://doi.org/10.14421/ajis.2015.532.387-412
  7. baznaskalbar.official. (2020, Maret 30). Bantu Cegah Penularan Virus Corona. https://www.instagram.com/p/B-WJhRHJRcc/
  8. BPS Provinsi Kalimantan Barat. (2020). Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka Kalimantan Barat Province in Figures 2020. BPS Provinsi Kalimantan Barat.
  9. Bungin, B. (2001). Metodologi Penelitian Sosial. Airlangga University Press.
  10. Bustami, B., Laksamana, R., & Rofiqoh, Z. (2020a). Waqf fundraising through money in the industrial revolution 4.0 era: A case study on Baitulmaal Munzalan Indonesia. Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 20(1), 23-40. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v20i1.23-40
  11. Bustami, B., Laksamana, R., & Rofiqoh, Z. (2020b). Waqf fundraising through money in the industrial revolution 4.0 era: A case study on Baitulmaal Munzalan Indonesia. Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 20(1), 23-40. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v20i1.23-40
  12. Bustami, & Hakim, M. L. (2020). Strategy of Cash Waqf Development on Gerakan Wakaf Produktif at Baitulmaal Munzalan Indonesia Foundations in Digital Era. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 20(1). https://doi.org/10.21154/altahrir.v20i1.1934
  13. Chaq, M. D. (2020). Peran Fatwa MUI dalam Penanggulangan Wabah Covid-19 dan Dampaknya. Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 8(1), 129-140.
  14. Chusaini, A. (2020). Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Mei 2020. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. http://www.bi.go.id/id/publikasi/kajian-ekonomi-regional/Contents/Default.aspx
  15. Dashboard Covid-19 Kalbar. (2020, Mei 2). Provinsi Kalimantan Barat Data Covid-19. https://dinkes.kalbarprov.go.id/covid-19/
  16. Data diperoleh dari Staf Baznas Provinsi Kalimantan Barat pada 6 Agustus 2020. (t.t.).
  17. Direktorat Pemberdayaan Zakat. (2013). Panduan Zakat Praktis. Kementerian Agama RI.
  18. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 23 Tahun 2020 tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infak, dan Shadaqah untuk Penanggulangan Wabah Covid-19 dan Dampaknya. (t.t.).
  19. Hasil wawancara dengan Drs. H. M. Basri Har, Wakil Ketua IV Bagian Administrasi SDM dan Umum Baznas Provinsi Kalimantan Barat, pada 7 Agustus 2020. (t.t.). [Komunikasi pribadi].
  20. Indra, S., Hakim, M. L., & Wahyudi, R. (2020). In-Kind Model in Creative Productive Zakat Funds: Case Study on National Zakat Administrator Agency (Baznas) of West Kalimantan Province. Justicia Islamica, 17(1), 53. https://doi.org/10.21154/justicia.v17i1.1720
  21. Iskandar, A., Possumah, B. T., & Aqbar, K. (2020). Peran Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam saat Pandemi Covid-19. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(7), 625-638. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i7.15544
  22. Laporan Penerimaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah Baznas Provinsi Kalbar Tahun 2019. (2020, Th.XI). Buletin Baznas Provinsi Kalbar.
  23. Latief, H. (2013). Islamic philanthropy and the Private Sector in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 3(2), 175-201. https://doi.org/10.18326/ijims.v3i2.175-201
  24. Linge, A. (2015). Filantropi Islam sebagai Instrumen Keadilan Ekonomi. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 1(2), 154-171. https://doi.org/10.24815/jped.v1i2.6551
  25. Martha, J. (2020). Pemanfaatan Diplomasi Publik oleh Indonesia dalam Krisis Covid-19. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 0(0), 121-130. https://doi.org/10.26593/jihi.v0i0.3859.121-130
  26. Mursyid, A. (2020). Tafsir Ayat-Ayat Pandemi: Studi Atas Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah Dan Tarbiyah, 5(1), 23-50. https://doi.org/10.33511/misykat.v5n1.23-50
  27. Mustahal, A., & Kelib, A. (2017). Study tentang Pemungutan Zakat Penghasilan Pegawai pada Unit Pengumpul Zakat Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(1), 27-38.
  28. Nurhidayat, N. (2020). Strategi Fundraising Zakat Pasca Pandemi Covid-19. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 7(8), 737-748. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i8.16553
  29. pontianakpost.co.id. (2020, April 30). Bayar Zakat Bisa Secara Online. https://pontianakpost.co.id/bayar-zakat-bisa-secara-online/
  30. Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2020a, Mei 1). Infografis COVID-19 (1 Mei 2020). https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-1-mei-2020
  31. Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2020b, Mei 3). Infografis COVID-19 (3 Mei 2020). https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-1-mei-2020
  32. Syahril, S., Abdullah, W., & Syahruddin, S. (2019). Model Pemberdayaan Ekonomi Dengan Filantropi Islam Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. IQTISHADIA: Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 6(1), 25-40. https://doi.org/10.19105/iqtishadia.v6i1.2296
  33. TribunPontianak.co.id. (2020, Mei 2). Dampak Corona Ribuan Karyawan Dirumahkan dan PHK dari 161 Perusahaan di Kalbar. https://pontianak.tribunnews.com/2020/04/27/dampak-corona-ribuan-karyawan -dirumahkan-dan-phk-dari-161-perusahaan-di-kalbar